Mengenal Hipospadia : Penyebab, Tanda dan Cara Mengatasinya

Hipospadia adalah kelainan pada lubang saluran kemih yang menyebabkan lubang kencing pada penis terletak di bagian bawah, bukan di ujung penis seperti kondisi pada umumnya. Bahkan ada juga kondisi di mana lubang kencing terletak di tempat bertemunya batang penis dengan pangkal penis. Kelainan ini merupakan bawaan sejak lahir.

 

Penyebab Hipospadia

 

Hipospadia dikatakan merupakan kelainan bawaan dari lahir di mana kadang terjadi pada bayi yang lahir prematur dan berat badan rendah dari berat bayi normal. Tak hanya itu, faktor genetik dan keturunan juga bisa memengaruhi terjadinya kelainan ini. Apabila si ayah atau salah satu anggota keluarga memiliki riwayat hipospadia, maka anak dari orang itu juga bisa memiliki kemungkinan akan lahir dengan kelainan hipospadia ini. Begitu juga dengan sang ibu yang merupakan faktor pendukung akan lahirnya sang anak dengan kelainan tersebut. Hamil pada usia di atas 40 tahun bisa meningkatkan resiko terkena penyakit ini.

 

Tanda-tanda Hipospadia

 

Karena hipospadia merupakan kelainan bawaan yang terjadi sejak lahir, maka pengawasan dokter dan orang tua memiliki peranan penting dalam perkembangan sang buah hati. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai penyakit ini dan memastikan tanda-tandanya apakah itu hipospadia atau bukan. Tanda paling umum yaitu ujung uretra terletak di bagian bawah penis, bukan berada di ujung penis. Tanda satu ini bisa dicek secara langsung tanpa membutuhkan bantuan apapun. Tanda yang lain yang bisa dicek dengan mata telanjang yaitu seseorang yang memiliki hipospadia memiliki penis melengkung sehingga ketika buang air harus duduk atau jongkok layaknya perempuan.

 

Cara Mencegah Hipospadia

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan seorang ibu hamil untuk mengurangi resiko hispodia pada bayi yang dilahirkan. Berikut cara pengecahannya:

  1. Selalu berupaya untuk menjaga berat badan agar ideal.
  2. Melakukan pemeriksaan rutin ke bidan atau bidan agar kesehatannya terkontrol.
  3. Mengonsumsi suplemen asam folat secara teratur sesuai resep yang diberikan.
  4. Tidak minum minuman alkohol dan merokok

 

Cara Mengatasi Hipospadia

 

Salah satu jalan yang ada untuk mengatasi kelainan hipospadia yaitu melalui operasi. Operasi untuk menangani kelainan hipospadia bisa dilakukan sebelum anak masuk sekolah, paling tidak ketika anak sudah berumur sekitar 1 tahun. Operasi juga bisa dilakukan ketika dewasa. Tetapi jika itu dirasa akan sulit, lebih baik untuk melakukan terapi pembedahan beberapa bulan sejak si bayi lahir. Akan ada perbedaan atau bisa dibilang efek samping operasi bila dilakukan pada usia anak-anak. Apabila operasi dilakukan pada usia anak-anak, penis akan terlihat lebih pendek daripada pasien hipospadia yang melakukan operasi ketika dewasa.

Hipospadia tidak akan mengganggu kesuburan pria. Namun, pasien hipospadia dianjurkan untuk selalu menjalani pola hidup sehat agar kesuburannya tetap terjaga sehingga bisa menghindari kemandulan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *